Pages

Selasa, 04 Oktober 2011

Keunikan dan Keindahan Jerapah

Jerapah, salah satu hewan favorit saya. Menurut saya hewan ini unik dan elegant. Saya mengutip dari internet, dan saya rasa kutipan ini menarik. Ingin tahu tentang hewan ini? Coba baca yang satu ini.

Jerapah adalah binatang unik dengan leher dan kaki panjang dengan bentuk telinga dan warna yang unik. Keunikan inilah yang membuat jerapah binatang yang sangat disukai anak-anak ataupun orang dewasa. Bukan hanya fisik saja keunikan Jerapah, ternyata beberapa perilaku lainnya juga mempunyai keunikan yang menarik untuk disimak.

Jerapah atau Giraffa camelopardalis adalah mamalia berkuku genap endemik Afrika dan merupakan spesies hewan tertinggi yang hidup di darat. Jerapah jantan dapat mencapai tinggi 4,8 sampai 5,5 meter dan memiliki berat yang dapat mencapai 1.360 kilogram. Jerapah betina biasanya sedikit lebih pendek dan lebih ringan.
Jerapah berkerabat dengan rusa dan sapi tetapi dari suku yang berbeda, yaitu Giraffidae, yang mencakup jerapah sendiri dan kerabat terdekatnya, okapi. Habitat aslinya melingkupi area dari Chad sampai dengan Afrika Selatan
Nama spesiesnya camelopardalis diambil dari nama dalam latin, karena dianggap sebagai bastar unta (camel) dan macan tutul (leopard). Nama camelopardalis dipakai oleh Plinius senior dalam ensiklopedia yang ditulisnya. Nama ini juga dipakai sebagai nama salah satu rasi bintang. Nama “jerapah” sendiri dipinjam dari nama hewan ini dalam bahasa Arab (الزرافة, zirafah).

Keunikan Jerapah
Jerapak semakin menarik karena ternyata mempunyai berbagai keunikan dan keanehan dalam fisik dan perilakunya.
Secara fisik keunikannya adalah jerapah merupakan hewan mamalia tertinggi di dunia. Dalam 1 menit, jantung jerapah bisa memompa darah sebanyak 160 gallon atau sekitar 600 liter lebih. Jerapah adalah hewan yang kaki depannya lebih panjang dari kaki belakangnya. Walaupun lehernya panjang, jerapah memiliki ruas tulang leher yang jumlahnya sama dengan manusia, yaitu 7 ruas. Selain leher yang panjang, jerapah juga mempunyai lidah yang panjang hingga bisa mencapai 21 inchi. Oleh karena itu jerapah bisa menjilati kuping atau telinganya sendiri.
Sedangkan keunikan perilaku jerapah adalah jerapah tidak bisa berbaring, bayi jerapah, ketika lahir, terjatuh lebih dari 1 meter dari induknya. Jerapah tidak pernah tidur lebih dari 15 menit karena lehernya selalu tegak.
Bila selama ini kita tahu bahwa unta adalah hewan yang bisa bertahan lama tanpa air. Ternyata jerapah juga bisa bertahan lama tanpa air bahkan lebih lama daripada unta tersebut
Tendangan kaki jerapah begitu kuat, bahkan sampai bisa membunuh singa. Berbeda dengan gajah, Jerapah justru memiliki penglihatan sangat baik yang berguna untuk mengawasi kawanan dari jarak jauh.

Subspesies jerapah
Terdapat beberapa subspesies jerapah ang dapat dibedakan berdasarkan fisik, warna dan variasi pola :
Jerapah Afrika Selatan (G.c. giraffa)
Bercak berbentuk bundar atau tutul-tutul, beberapa di antaranya membentuk pola seperti bintang. Latar belakang bercak warna coklat muda yang terang. Bercak atau tutul bisa sampai ke bagian telapak kaki. Habitat: Afrika Selatan, Namibia, Botswana, Zimbabwe, dan Mozambik.
Jerapah Thornicroft atau Jerapah Rhodesia (G.c. thornicrofti)
Bercak berbentuk bintang atau daun, berlanjut sampai ke kaki bagian bawah. Habitat: Zambia bagian timur
Jerapah Afrika barat atau Jerapah Nigeria (G.c. peralta)
Bercak berwarna merah kekuningan yang pucat.
Jerapah Somalia (G.c. reticulata) atau Reticulated Giraffe
Bercak berwarna coklat muda kemerah-merahan dikelilingi garis berwarna putih terang, membentuk pola poligon seperti jala yang besar-besar. Bercak bisa berlanjut sampai ke kaki. Habitat: timur laut Kenya, Ethiopia, Somalia.
Jerapah Angola (G.c. angolensis) atau Smoky Giraffe
Bercak berukuran besar dan kecil secara tidak teratur. Bercak berlanjut hingga di bawah lutut. Habitat: Angola, Zambia.
Jerapah Kordofan (G.c. antiquorum)
Bercak berukuran kecil, lebih tidak teratur dan juga terdapat pada kaki bagian sebelah dalam. Habitat: Sudan bagian barat dan barat daya.
Jerapah Masai atau Jerapah Kilimanjaro (G.c. tippelskirchi)
Bercak berbentuk seperti daun anggur, berwarna coklat tua dengan pinggiran yang tidak rata, dikelilingi garis berwarna kekuningan. Habitat: Kenya bagian tengah dan selatan, Tanzania.
Jerapah Nubia (G.c. camelopardalis)
Bercak berbentuk hampir persegi empat, berwarna coklat terang di atas dasar berwarna krem. Kaki bagian dalam dan bagian bawah lutut bebas dari bercak. Habitat: bagian timur Sudan, timur laut Kongo.
Jerapah Rothschild, disebut juga Jerapah Baringo atau Jerapah Uganda (G.c. rothschildi)
Bercak berbentuk persegi empat dengan gradiasi warna latar berwarna krem di bagian pinggir. Bercak bisa sampai ke bagian bawah lutut. Habitat: Uganda, Kenya bagian tengah sampai timur.
Sumber : wikipedia dan berbagai sumber lainnya
 

 

0 komentar:

Poskan Komentar